Supaya bisa menarik perhatian dan mudah diingat orang, semua bisnis butuh branding. Pemilihan nama, logo, warna, dan kata-kata, harus cocok dengan karakter konsumen yang diincar. Pengusaha yang baru merintis mungkin hanya membuat nama dan logo tanpa berpikir terlalu jauh. Masalahnya, setelah omset naik, persaingan jadi lebih ketat dan kita butuh tampil beda dibanding kompetitor. Karena tidak semua orang punya keahlian menulis, desain grafis, atau fotografi dan editing yang cukup, menyewa jasa branding dari freelancer atau agensi biasanya jadi opsi yang paling efisien. Apa saja pilihannya?
| Opsi | Biaya | Waktu | Hasil |
|---|---|---|---|
| DIY | Rp0–5.000.000 | 1–2 minggu | Logo, slogan |
| Boutique Agency | Rp5.000.000–Rp50.000.000 | 2–6 minggu | Logo, slogan, design system, template medsos, website UI, brosur, aset ikon, aset foto, content guideline |
| Big Agency | Rp50.000.000–Rp200.000.000+ | 3+ bulan | Logo, slogan, design system, template medsos, website UI, brosur, aset ikon, aset foto, content guideline, persona/maskot, riset pasar, riset kompetitor, sosialisasi branding, dll. |
Mengerjakan Branding Sendiri (~Rp0 – Rp5 juta)
Kalau kamu baru memulai bisnis, misalnya membuat online shop di medsos atau marketplace, membuat nama dan logo sendiri untuk branding biasanya sudah cukup. Kamu memilih nama dan menulis headline dengan membaca panduan kami untuk brand copywriting yang simpel.
Kamu bisa mendesain logo sederhana sendiri dengan Canva atau alat gratis lainnya. Hati-hati menggunakan generative AI, karena kamu bisa menghabiskan banyak waktu mengulang-ulang proses prompting dengan hasil yang kurang bagus. Biasanya, ide sederhana yang kamu gambar sendiri di kertas lalu dipindahkan ke software akan lebih cepat jadi, dan lebih memuaskan.
Warna, logo dan tulisan yang dipakai untuk brand kamu harus sejalan dengan karakter pembeli dan produk yang kamu jual, misal: murah atau mahal, canggih atau simpel, dan sebagainya. Semua komponen harus konsisten. Misalnya: jangan pakai warna merah kalau ingin kelihatan bersahabat. Jangan pakai “Anda” dan “kamu” bersamaan; pilih salah satu. Kalau kamu tidak yakin mau membuat konsep brand seperti apa, bisa dimulai dengan mencari unique selling proposition dari bisnis kamu.
Kalau kamu masih belum puas dengan hasil logo atau tulisan sendiri, kamu bisa menyewa desainer atau copywriter freelance dengan biaya ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung tingkat pengalaman mereka.
Cocok Untuk:
Bisnis baru, usaha mikro, 1-man company.
Memakai Jasa Branding dari Boutique Agency (~Rp5 juta – Rp50 juta)
Kalau kamu ingin punya template desain dan konten tulisan lengkap untuk di medsos, website, sampai media cetak, pertimbangkan memakai jasa agensi dengan tim kecil atau boutique. Agensi bisa membantu menulis dan menggambar brand sesuai keinginan kamu di berbagai media, mulai kartu nama, lanyard, kemasan makanan, sampai medsos dan press release. Satu rangkaian visual dan kata-kata ini disebut brand kit.
Kamu tidak cuma membeli desain dan content writing. Agensi akan membuatkan kamu panduan atau manual, yang menjelaskan step-by-step bagaimana cara memakai setiap template. Jadi, kamu tidak bingung kalau harus membuat postingan medsos dengan cepat, misalnya. Desain, ukuran font, dan pemakaian kata-kata yang tepat sudah diatur rapi, jadi siapapun yang memegang akun medsos, website, atau printing hanya tinggal mengikuti.
Keunggulan agensi dengan tim kecil adalah kamu bisa mendapatkan respon dan revisi lebih cepat, dan lebih mendekati keinginan kamu. Biaya untuk service seperti ini bervariasi, tergantung tingkat kebutuhan. Kalau kamu belum tahu apa saja yang brand kamu butuhkan, kamu bisa diskusikan kebutuhan branding dengan kami.
Cocok Untuk:
Usaha kecil dan menengah.
Memakai Jasa Branding dari Big Agency (~Rp50 juta – Rp200+ juta)
Kalau kamu merasa brand kamu butuh menyelenggarakan event dengan ribuan pengunjung, shooting video iklan untuk ditayangkan di berbagai channel, dan memasang billboard di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman, kamu butuh agensi besar yang menawarkan full service.
Branding untuk perusahaan besar dengan kebutuhan seperti itu, akan agak beda. Di tahap ini, proses branding (atau rebranding) akan melibatkan banyak tim, mulai dari produk, sales, customer service, sampai C-level. Perlu ada sosialisasi supaya semua karyawan paham tagline dan desain-desain kita, serta makna apa yang kita mau sampaikan ke customer lewat branding ini.
Umumnya, perusahaan yang melakukan branding dengan big agency tidak akan hanya mengambil paket desain, logo atau konten, tapi juga riset perilaku customer, pengurusan legalitas, iklan, pembuatan konten medsos, press release dan public relations, syuting film pendek untuk promosi, et cetera. Contoh big agency di Jakarta: Dentsu, Ogilvy, Hakuhodo, dan sebagainya.
Cocok Untuk:
Perusahaan besar, korporasi multinasional.
Memilih Branding Agency yang Cocok
Ada beberapa pertanyaan yang akan membantu kamu memutuskan, branding agency apa yang kamu butuhkan:
- Berapa pemasukan perusahaan sekarang? Supaya aman, batasi pengeluaran untuk branding dan marketing, maksimal 15% dari total pemasukan. Kalau omset penjualan kamu berkisar Rp10 juta per bulan, jangan habiskan lebih dari Rp1,5 juta untuk proyek branding yang bisa selesai dalam 1 minggu. Kalau kamu baru mulai berbisnis, sebaiknya mulai dengan tier DIY.
- Apakah kamu butuh satu campaign atau desain saja, atau kamu butuh sistem template lengkap? Kalau kamu hanya butuh satu atau dua desain maupun artikel, menyewa freelancer lebih masuk akal. Kalau kamu punya banyak channel dan butuh berbagai aset untuk berjualan dimana-mana, menggunakan boutique agency lebih cocok.
- Apakah kamu menjalankan marketing sendiri, atau punya tim internal? Kalau kamu butuh bantuan membuat konten dan reach out ke calon pembeli, pertimbangkan agensi yang juga memegang digital marketing (Terza salah satunya).
FAQ
Apa bedanya branding dan marketing?
Branding adalah karakter perusahaan kamu yang diingat oleh konsumen. Mulai dari nama, logo, warna, suara, dan cerita yang membuat bisnis kamu dikenal orang-orang. Marketing adalah cara kamu menyampaikan pesan dan produk ke calon pembeli, baik lewat iklan, konten, SEO, marketplace, dan seterusnya. Marketing adalah cara menyampaikan pesan, sementara branding adalah proses menulis pesannya.
Berapa lama waktu untuk proses branding?
Tergantung apa yang dikerjakan, dan agensi apa yang mengerjakannya. Kalau kamu mau DIY dan hanya membuat logo, color palette, dan slogan, bisa selesai dalam beberapa hari. Sementara boutique agency akan butuh waktu 2–6 minggu tergantung jumlah aset yang dibutuhkan. Big agency bisa makan waktu 3 bulan atau lebih karena butuh riset dan sosialisasi ke berbagai tim internal.
Kapan waktu yang tepat untuk rebranding?
Pertama, kalau brand kamu sudah tidak cocok dengan arah produk atau target pasar saat ini. Kedua, kalau kamu kesulitan bersaing secara visual dengan kompetitor, atau bisnis sudah bertumbuh jauh dari saat brand pertama kali dibuat. Jangan lakukan rebranding kalau tidak perlu, karena orang-orang yang sudah familiar dengan brand kamu akan merasa asing.
Apakah bisnis kecil atau UMKM butuh branding profesional?
Tidak selalu. Kalau kamu baru mulai, tier DIY biasanya cukup. Tapi begitu omset naik dan persaingan mulai berat, branding yang lebih kuat membantu kamu terlihat lebih terpercaya dan konsisten di semua channel penjualan.
Apakah bisa menjalankan marketing tanpa branding yang jelas?
Iklan dan konten kamu bisa saja menjangkau banyak orang, tapi tanpa identitas yang konsisten, orang sulit mengingat brand kamu. Internet dan medsos penuh dengan topik dan konten, dan orang bisa lupa produk kamu dalam satu kali scroll. Ini akan membuat biaya marketing kamu boros, karena iklan kamu harus muncul berkali-kali sampai penonton tertarik.
Bisakah paket branding disesuaikan, tidak harus ambil semua yang ditawarkan?
Bisa. Kebanyakan boutique agency, termasuk Terza, menyesuaikan paket dengan kebutuhan spesifik klien. Misalnya, kamu mungkin hanya perlu logo dan template medsos tanpa website, brosur atau aset foto. Diskusikan kebutuhan kamu di awal, supaya biaya tidak membengkak untuk aset yang tidak akan dipakai.